Keputusan Pembelian Dalam Kondisi Tidak Pasti


Nama : Bobby Meisa Prasetianto

NPM : 18211132

Pengertian Pengambilan Keputusan Pembelian Dalam Kondisi Tidak Pasti

Kondisi tidak pasti adalah suatu keadaan yang memenuhi beberapa syarat. Yaitu sebagai berikut:

  • Ada beberapa alternatif tindakan yang fisibel (dapat dilakukan)
  • Nilai probabilitas masing-masing kejadian tidak diketahui
  • Memiliki Pay-off sebagai hasil kombinasi suatu tindakan dan kejadian tidak pasti

Pay-off merupakan nilai yang menunjukan hasil yang diperoleh dari kombinasi suatu alternatif tindakan dengan kejadian tidak pasti tertentu.Pay-off dapat berupa nilai pembayaran, laba, kenaikan pangsa pasar, kekalahan, penjualan, kemenangan, dsb

PENGERTIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI TIDAK PASTI

Pengambilan Keputusan dalam kondisi tidak pasti adalah pengambilan keputusan dimana terjadi hal-hal sebagai berikut :

  1. Tidak diketahui jumlah dan kemungkinan munculnya kondisi tersebut.
  2. Pengambil keputusan tidak dapat menentukan probabilitas terjadinya berbagai kondisi atau hasil yang keluar.
  3. Yang diketahui hanyalah kemungkinan hasil suatu tindakan, tetapi tidak dapat diprediksi berapa besar probabilitas setiap hasil tersebut.
  4. Pengambil Keputusan tidak mempunyai pengetahuan atau informasi lengkap mengenai peluang terjadinya bermacam-macam keadaan tersebut.
  5. Hal yang akan diputuskan biasanya relatif belum pernah terjadi.
  6. Tingkat ketidakpastian keputusan semacam ini dapat dikurangi dengan beberapa cara antara lain :
  • Mencari informasi lebih banyak
  • Melalui riset atau penelitian
  • Menggunakan probabilitas subjektif

TEKNIK PENYELESAIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI TIDAK PASTI

Ada beberapa kriteria atau metode:

  • Kriteria Maximax
  • Kriteria Maxmin
  • Kriteria Laplace
  • Kriteria Realisme
  • Kriteria Regret
  • Kriteria Pohon Keputusan

1. Kriteria Maximax

Pengambil Keputusan dianggap sangat optimis yaitu dipilihnya hasil-hasil terbesar dari alternatif-alternatif yang memberikan hasil maksimal dalam berbagai keadaan secara alamiah.

Kriteria maximax ini adalah kriterua yang tidak valid, karena hanya mempertimbangkan hasil yang paling optimistic dn mengabaikan semua keadaan yang mungkin, pay off, dan probabilitas yang lainnya

2. Kriteria Maximin

Pada kriteria ini, pengambil keputusan dianggap pesimis atau konservatif tentang masa depan. Menurut kriteria ini, hasil terkecil untuk setiap alternatif dibandingkan dengan alternatif yang menghasilkan nilai maksimal dari hasil-hasil minimal yang dipilih atau memilih alternatif yang minimalnya paling besar.

Kriteria ini disebut juga ktiteria Wald, untuk menghormati penemuanya Abraham Wald. Pada kriteria ini, pengambil keputasan mungkin mengabaikan probabilitas-probabilitas signifikan bahwa hasil yang diperoleh dapet lebih besar.

3. Kriteria Laplace

Kriteria ini disebut juga kriteria equal likelihood. Menurut kriteria ini, pengambilan keputusan mengasumsikan bahwa probabilitas terjadinya berbagai kondisi adalah sama besarnya.

Pada kiriteria ini, pengambil keputusan tidak dapat mementukan/mengetahui probabilitas terjadinya berbagai hasil, sehingga diasumsikan bahwa semua kejadian mempunyai kemungkinan yang sama untuk terjadinya atau setiap hasil memiliki probabilitas yang sama. Hasil yang dipilih adalah yang memiliki nilai tertimbang tertinggi

4. Kriteria Realisme

Kriteria realism dikenal juga sebagai kriteria Huewicz, untuk menghormati penemunya Leonid Hurwicz. Kriteria ini merupakan antara maximax dan maxmin, anatara optimis dan pesimis, pengambilan keputasan yang tepat biasanya memperlihatkan suatu campuran antara optimism dan pesimisme.

Pada kriteria ini terdapat koefisien optimis, biasanya disimblokan dengan “α”, yaitu skala untuk mengukur tingkat optimism dari pengambilan keputusan.

Ukuran realisme (UR) :

UR = (Hasil maksimal x α) + (Hasil minimal x 1-α)

5. Kriteria Regret

Kriteria regret atau kriteria minimax pertama kali diperkenalkan oleh L.J. savage yang didasarkan pada konsep opportunity loss atau regret. Pada kriteria ini pembambil keputsan dapat diperoleh hasil keputusan yang maksimal agar tidak terjadi suatu penyelesaian (regret), dan dapat bertidak kedepan dengan melihat keadaan masa lalu.

Menurut kriteria ini, pengambilan keputsan akan mengalami suatu kerugaian apabila suatu perstiwa terjadi menyebabkan alternatif yang dipilih kurang dari paoff maksimal.

Untuk menyelesaikan kasus degan menggunakan kriteria regret dapat digunakan pedoman sebagai berikut :

  1. Tentukan nilai regret setiap (opportunity loss) pay off, dengan jalan mengurangkan nilai pay off maksimal baris dengan pay off tiap baris!
  2. Menentukan nilai regret maksimal tiap baris.
  3. Menentukan nilai minimaks, sebagai alternatif pengambilan keputusan.

6. Kriteria Pohon Keputusan

Pohon keputusan adalah diagram pilihan keputusan dan peluang kejadian yang menyertai keputusan, serta hasil dari hubungan antara pilihan dengan kejadian. Disebut pohon keputusan karena bila digambarkan mirip sebuah pohon dengan cabang cabang dan ranting ranting.

Tujuan penggunaan pohon keputusan ini adalah untuk memudahkan penggambaran situasu keputsan secara sistematik dan komprehensip. Pengambilan keputusan adalah saat kejadian tidak pasti adalah saat dimana sesuatu duluar kontrol tentang apa yang akan terjadi, atau diluar kendali kita.

Contoh Soal 1-5:

Contoh Soal :

Alternatif Investasi Prospek Pasar (dalam juta rupiah)
Cerah Sedang Lesu
Obligasi 200 65 15
Deposito 175 100 40
Properti 250 150 -100

Berdasarkan Tabel di atas tentukan:

  1. Maximax
  2. Maxmin
  3. Laplace
  4. Realisme
  5. Regret

Penyelesaian Maximax :

Investasi Pay-off Maksimum (dalam juta rupiah)
Obligasi 200
Deposito 175
Properti 250

Jadi keputusan yang diambil berdasarkan kriteria maksimaks adalah investasi properti, karena memberikan hasil maksimal dari hasil maksimim beberaoa jenis investasi yaitu, 250 juta.

Penyelesaian Maximin :

Investasi Pay-off Minimum (dalam juta rupiah)
Obligasi 15
Deposito 40
Properti -100

Jadi keputusan yang diambil berdasarkan kriteria minimaks adalah investasi deposito, karena memberikan hasil maksimal dari hasil minimum dari berberapa jenis investasi, yaitu Rp 40 juta.

Penyelesaian Leplace:

Bila probabilitas setiap perstiwa adalah 1/3. dengan demikian, nilai tertimbang hasil investasi dari ketiga dipilih adalah:

dipilih adalah :

– Obligasi = (⅓)(200)+(⅓)(65)+(⅓)(15)= 93,33

-Deposito =(⅓)(175)+(⅓)(100)+(⅓)(40)= 104,99

– Properti = (⅓)(250)+((⅓)(150)+(⅓)(-100)= 99,99

Karena nilai tertimbang deposito yang tertinggi, pengambil keputusan akan memilih deposito.

Penyelesaian Realisme :

Investasi Pay-off Maks Pay-off Min
Obligasi 200 15
Deposito 175 40
Properti 250 -100

α = 0,7 maka 1-α = 1-0,7 = 0,3

URobligasi = 200(0,7) + 15(0,3) = 144,5

URdeposito = 175(0,7) + 40(0,3) = 134,5

URproperti = 250(0,7) + (-100)(0,3) = 145

Jadi : UR yang tertinggi adalah 145, maka dipilih investasi properti.

Penyelesaian Regret :

Alternatif Investasi Prospek Pasar (dalam juta rupiah)
Cerah Sedang Lesu
Obligasi 250-200=50 150-65=85 40-15=25
Deposito 250-175=75 150-100=50 40-40=0
Properti 250-250=0 150-150=0 40-(-100)=140

Nilai minimax, nilai penyesalan terkecil dari alternatif nilai nilai tersebut adalah 75juta. Dengan demikian, pengambilan keputusan memilih deposito.

Contoh Soal 6:

Sebuah produk yang berada pada tahap pengembangan, mempunyai probabilitas 0,65 untuk diperbaharui dan jika berhasil diperbaharui produk ini mempunyai probabilitas 0,9 untuk laris. Namun juka produk tidak berhasil diperbaharui, probabilitas menajadi lari hanya 0,2.

  1. Gambarkan diagaram pohon keputusan
  2. Berapa probabilitas produk ini akan menjadi laris?

1. Diagram Pohon Keputusan

  • Perbaharui = B, maka P(B)= 0,65
  • Tidak Diperbaharui =TB, maka P(TB)=0,35
  • Laris = L, maka P(L/B)= 0,9; P(L/TB) = 0,2
  • Tidak Laris = TL, maka P(TL/B)=0,1; P(TL/TB)=0,8

2. Probabilitas produk akan laris = P(L)

P(L) = P(LB) + P(L/B’)

P(B)P(L/B) + P(B’)P(L/B’)

(0,65)(0,90) + (0,35)(0,20)

0,585 + 0,07

0,655 atau 65,5 %

Keterangan

B = Diperbaharui                    B’ = Tidak diperbaharui

L = Laris                                    L’ = Tidak Laris

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: